303 GURU MENERIMA SERTIFIKASI GURU PROFESIONAL

Dompu- Penyerahan Sertifikat guru hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2012 yang dirangkai dengan dengan Sosialisasi Ujian Nasional tahun 2013 berlangsung Selasa (22/1) di Gedung Samakai Dompu.

Pada acara yang menghadirkan Kepala UPT Dikpora, Mapenda Kementerian Agama Kab. Dompu Bapak Drs. Ihksan, Kepala Sekolah, pengawas dan para guru penerima sertifikasi Se-Kabupaten Dompu juga hadir dalam acara tersebut, Asisten II Ir. Husni T beserta  Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Ir. Sunarpi, P.hD dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Dompu H. Ikhtiar  dalam sambutannya mengungkapkan, “ kepada seluruh guru sertifikasi untuk terus memajukan pendidikan di Kab. Dompu karena menurut hasil akhir penilaian oleh pusat bahwa guru yang ada di Kab. Dompu masih belum memenuhi standar, jadi guru sebagai motorik kemajuan pendidikan harus memiliki kemampuan yang cukup dan yang terus di up to date sesuai tuntutan jaman apalagi menghadapi perubahan kurikulum 2013 mendatang. Pada tahun2012, guru yang mendaftar sertifikasi sebanyak  412 orang dan yang lulus  303 atau sekitar 70%. “Dengan telah lulusnya para guru sertifikasi ini berarti kinerja para guru harus dioptimalkan sedemian untuk mendongkrak ketertinggalan kita di kab. Kepada kepala sekolah yang sudah sertifikasi akan terus di uji kemampuanya kedepan bukan menjadi kepala sekolah karena kambing dan sapi itu korupsi namanya tapi yang diinginkan adalah kemampuan brainstorm kepala sekolah dalam hal mengelolah pendidikan ini ke depan agar Pendidikan di Dompu bermutu sesuai tuntutan UUD guru dan dosen. untuk kepala sekolah tahap kedua nanti akan ada ujian kemampuan mengelolah sekolah dalam bentuk presentasi hasil penelitiannya yang berupa makalah nanti kita uji” terangnya.

Kehadiran Rektor Unram bersama Pembantu Rektor I Prof Dr Lalu Wirasapta Karyadi M.Si dan ketua Panitia UN rayon NTB  DR. Rusdiawan M.Pd  merupakan suatu pertanda perhatian pemerintah yang cukup besar dalam mengawal dunia pendidikan, kepada para guru, dalam sambutannya ketua panita UN rayon NTB ini mengungkapkan peran perguruan tinggi dalam mengawal pelaksanaan UN lebih ketat lagi dengan bekerja  sama pihak dikpora NTB dan Kabupaten dalam pengawasan pendistribusian soal UN. Pada kesempatan terpisah  wartawan tabloid madrasah mewawancarainya, dia mengungkapkan bahwa variasi soal UN 20 paket dan standar nilai kelulusan masih sama dengan tahun 2012 yaitu 5,5 dengan porsi penggabungan nilai rapor 60:40. Yang paling ditekankan  adalah peran sekolah yaitu pengawas ruangan walaupun sudah ditekankan sebelumnya masih ada kesalahan contohnya seperti kesalahan siswa menulis identitasnya, jadi harapnya pengawas ruangan berperan penting untuk suksesnya penyelenggaraan UN. Kemudian Rektor Universitas Mataram  Prof. Ir. Sunarpi, P.hD yang mengawali sosialisasi memaparkan, “Pola pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 berbeda dengan tahun sebelumnya. “Tahun 2013 untuk pertama kali dilakukan integrasi nilai UN dengan hasil Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN)”.

Lanjutnya “UN tahun 2013 memiliki tiga  pola yaitu melalui  jalur Penjaringan Potensi akademik (PPA)  yang menyatukan nilai UN dan prestasi akademik yang  porsinya mencapai  50 persen mahasiswa yang akan diterima. Pola kedua melalui Tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang mencakup 30 persen penerimaan siswa,  dan  20 persen penerimaan  melalui seleksi mandiri masing-masing PTN. Ini untuk menjaring sebanyak-banyaknya putra-putri terbaik di NTB yang saat ini memiliki kemampuan kompetitif sedang-sedang saja” Kuota 50 persen sangat penting untuk diperjuangkan dan diharapkan akan didominasi putra putri NTB. Sebab Unram bertanggung jawab terhadap pembangunan SDM NTB”.

“Karena tahun 2013 mulai diterapkan pola baru maka Kasek wajib mengisi data sekolah dan siswa 2013 bagi semua sekolah,  baik yang akreditasi maupun yang belum”. Papar Sunarpi. “Agar sekolah dapat mengikuti UN, dalam kurun waktu maka sejak tanggal 17 Desember 2012 sampai dengan  8 Pebruari tahun 2013 harus mengirim data sekolah Pangkalan Data (PDSS), nantinya, siswa yang dapat memperebutkan kuota 50% melalui tes jalur Penjaringan Potensi akademik (PPA) adalah  semua siswa yang berasal dari sekolah yang telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Bagi sekolah yang tidak mengisi dan mengirim data maka  tidak bisa mendaftar secara online secara nasional. Sekolah jangan sampai tidak mengisi data PDSS, karena ini kesempatan emas bagi siswa yang secara ekonomi  tidak mampu, tapi secara akademis memiliki kemampuan”. Himbau Rektor. Acara juga diisi penyerahan  sertifikat guru dari Rektor Unram kepada asisten II yang mewakili Bupati, untuk selanjutnya diserahkan secara simbolis kepada 4 orang guru penerima yaitu Adnansyah, S. Pd dan Vivi Mariati, S. Pd perwakilan guru dari Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu sementara  perwakilan dari Dinas Dikpora Guru SMAN 1 Dompu atas nama Syarifudin, S. PdI (Alumni MAN Thn 1999) dan Nurhaedah, S. Pd. (Mr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s