Mendidik Anak Cinta Belajar

Rutinitas sekolah yang terlalu padat seringkali menciptakan persepsi negatif pada diri anak tentang arti belajar. Salah satu  persepsi yang sering muncul adalah ‘sekolah adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan’ sehingga tidak sedikit siswa yang malas untuk sekolah dan belajar. Mungkinkah kita mengubah persepsi anak yang buruk terhadap sekolah supaaya menjadi baik? Mungkinkah kita membuat anak yang malas sekolah (baca: belajar) menjadi rajin sekolah? Jawabnya adalah sangat mungkin sekali.
Orang tua memiliki andil yang sangat besar terhadap semangat belajar anak. Orang tua adalah model bagi kehidupan anak-anaknya. Jika sejak dini orang tua mengajari anaknya untuk rajin belajar, niscaya ketika anak tumbuh menjadi besar belajar akan menjadi suatu kebiasaan. Hal ini nampaknya perlu disadari oleh para orang tua
Dari berbagai pengamatan yang pernah dilakukan Grahabelajar, mereka yang sukses dalam belajar banyak dipengaruhi oleh keadaan orang tua. Misalnya, semakin tinggi pendidikan orang tua maka semakin tinggi keinginan anak untuk cinta belajar. Semakin tinggi pendidikan orang tua anak mencerminkan semakin pentingnya arti sebuah pendidikan pada diri orang tua anak. Orang tua yang cinta belajar akan menularkan virus positif terhadap anak-anak mereka untuk semangat belajar.
Dari obrolan sederhana dengan seorang kepala sekolah di sebuah sekolah swasta pinggiran, Grahabelajar mendapatkan sebuah informasi menarik jika sebagian besar siswa didik mereka tidak memiliki semangat belajar yang tinggi. Ironisnya tidak sedikit siswa memberikan konyol tentang perlunya belajar untuk masa depan mereka, seperti ‘sudah banyak orang pandai‘ dan ‘banyak sarjana menganggur jadi buat apa kuliah?‘. Hal yang sangat memprihatinkan adalah peranan orang tua yang sangat minim untuk terlibat pada pendidikan anak-anak mereka. Jika hal ini terus dibiarkan maka kecil kemungkinan generasi penerus mereka akan tumbuh menjadi generasi penerus yang memiliki kehidupan yang lebih baik.
Akhir kata, orang tua memiliki peranan yang sangat kuat terhadap perilaku belajar anak-anak mereka. Orang tua tidak perlu melakukan tindakan esktrim untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap belajar. Beberapa tindakan sederhana dan praktis bisa dilakukan seperti:
1. Dengan teratur menanyakan perkembangan sekolah anak-anaknya sebagai bentuk perhatian selaku orang tua.
2. Dengan teratur memberikan petuah yang menyejukan dan mencerahkan hati dan pikiran anak-anak mereka tentang pentingnya belajar untuk masa depan mereka. Pendoktrinan anak terhadap pentingnya belajar harus dilakukan secara bijaksana dan tidak otoriter. Hindari tindakan kekerasan saat mendidik anak yang akan berujung pada kebencian anak terhadap belajar dan diri orang tua.
3. Berikan cerita-certita yang inspiratif pada anak-anak, misalnya kisah-kisah orang yang berhasil dalam hidup mereka.
4. Menjadikan anak-anak mereka sebagai partner dalam memperbaiki kualitas kehidupan mereka.
5. Orang tua memberikan contoh sederhana sebagai bentuk dari kegiatan belajar, seperti membaca koran dan majalah secara teratur.
6. Secara teratur mengajak anak-anak untuk berjalan-jalan ditempat yang merangsang semangat belajar mereka seperti toko-toko buku, pameran pendidikan dan tempat-tempat yang dirasakan bisa merangsang semangat anak untuk terus belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s