Sholat Subuh Adalah Ujian Terberat

Oleh : Kamalasary, S.Pd.I
Guru Mapel “al-Qur’an dan Hadits”

Inilah ujian yang sesungguhnya. Ujian yang sangat sulit, namun bukan satu hal yang mustahil. Nilai tertinggi dalam ujian ini bagi seorang laki-laki adalah shalat Subuh secara rutin berjamaah di masjid. Sedangkan bagi wanita, Shalat Subuh tepat pada waktunya di rumah. Setiap orang dianggap gagal dalam ujian penting ini, manakala mereka shalat tidak tepat waktu, sesuai yang telah ditetapkan Allah swt.
Sikap manusia dalam menunaikan shalat wajib cukup beragam. Ada yang mengerjakan sebagian shalatnya di masjid, namun meninggalkan sebagian yang lain. Ada pula yang melaksanakan shalat sebelum habis waktunya, namun dikerjakan di rumah. Dan, Ada pula sebagian orang yang mengerjakan shalat ketika hampir habis batas waktunya (dengan tergesa-gesa). Yang terbaik di antara mereka adalah yang mengerjakan shalat wajib secara berjamaah di mushalla/Masjid pada awal waktu.
Rasulullah SAW. telah membuat klasifikasi yang dijadikan sebagai tolak ukur untuk membedakan antara orang mukmin dengan orang munafik. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., Ia berkata bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: “ Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ Dan shalat Subuh”. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Apabila Rasulullah saw. meragukan keimanan seseorang, Beliau akan menelitinya pada saat shalat Subuh, Apabila beliau tidak mendapati orang tadi mengerjakan shalat Subuh (di masjid), maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.
Di balik pelaksanaan Dua rakaat di ambang fajar ini, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Rasulullah saw. sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu.
Pernah pada suatu hari, Para sahabat terlambat dalam mengerjakan shalat Subuh dalam menaklukkan benteng Tastar. ‘Kejadian’ ini membuat seorang sahabat, Anas bin Malik selalu menangis bila mengingatnya. Yang menarik, ternyata Subuh juga menjadi waktu peralihan dari era jahiliyah menuju era tauhid. Kaum ‘Ad-Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas azab Allah SWT. Pada waktu Subuh.
Seorang penguasa Yahudi pernah menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam, kecuali pada satu hal, yaitu bila jumlah jamaah shalat Subuh mencapai jumlah jamaah shalat Jumat. Memang, tanpa shalat Subuh, umat Islam tidak lagi berwibawa. Tak selayaknya kaum muslimin mengharapkan kemuliaan, kehormatan, dan kejayaan, bila mereka tidak memperhatikan shalat ini.
Bagaimana orang-orang muslim tidur di waktu Subuh, lalu dia berdoa pada waktu Dhuha atau waktu Zhuhur atau waktu sore hari (Ashar), memohon kemenangan, keteguhan dan kejayaan di muka bumi. Bagaimana mungkin? Jika tidak mengerajakan shalat Subuh. Allahu Akbar.!
Sesungguhnya agama ini tidak akan mendapatkan kemenangan, kecuali telah terpenuhi semua syarat-syaratnya. Yaitu dengan melaksanakan ibadah, konsekuen dengan akidah, berakhlak mulia, mengikuti ajaran-Nya, tidak melanggar larangan-Nya, dan tidak sedikit pun meninggalkannya.
Subhanallah! Allah SWT. akan mengubah apa yang terjadi di muka bumi ini dari kegelapan menjadi keadilan, dari kerusakan menuju kebaikan. Semua itu terjadi pada waktu yang mulia, ialah waktu Subuh. Berhati-hatilah kita, jangan sampai tertidur pada saat yang mulia ini. Allah SWT akan memberikan jaminan kepada orang yang menjaga shalat Subuhnya, yaitu terbebas dari siksa neraka jahanam. Diriwayatkan dari Ammarah bin Ruwainah RA., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk neraka, orang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari .” (HR. Muslim).
Shalat Subuh merupakan hadiah dari Allah SWT., tidak diberikan, kecuali kepada orang-orang yang taat lagi bertaubat. Hati yang diisi dengan cinta kemaksiatan, bagaimana mungkin akan bangun untuk shalat Subuh? Hati yang tertutup dosa, bagaimana mungkin akan terpengaruh oleh hadits-hadits yang berbicara tentang keutamaan shalat Subuh?
Orang munafik tidak mengetahui kebaikan yang terkandung dalam shalat Subuh berjamaah di masjid. Sekiranya mereka mengetahui kebaikan yang ada di dalamnya, niscaya mereka akan pergi ke masjid, bagaimanapun kondisinya, seperti sabda Rasulullah SAW.: “ Maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.”
Coba kita bayangkan ketika ada seorang laki-laki yang tidak mampu berjalan, tidak ada orang yang membantu memapahnya. Dalam kondisi yang sedemikian rupa, ia bersikeras mendatangi masjid dengan merangkak dan merayap di atas tanah untuk mendapatkan kebaikan yang terkandung dalam shalat Subuh berjamaah Sekiranya kita saksikan ada orang yang meninggalkan shalat Subuh berjamaah di masjid (dengan sengaja), maka kita akan mengetahui betapa besar musibah yang telah menimpanya.
Tentu saja, tulisan ini bukan untuk menuduh orang-orang yang tidak menegakkan shalat Subuh di masjid dengan sebutan munafik. Allah SWT Maha mengetahui akan kondisi setiap muslim. Namun, sebaiknya hal ini dapat dijadikan sebagai bahan koreksi bagi setiap individu (kita), Orang-orang yang kita cintai, anak-anak, serta sahabat-sahabat kita. Sudahkah kita shalat Subuh berjamaah di masjid Musholla secara Istiqomah?
Jika seseorang meninggalkan shalat Subuh dengan sengaja, maka kesengajaan tersebut adalah bukti nyata dari sifat kemunafikan. Barang siapa yang pada dirinya terdapat sifat ini, maka segeralah berMuhasabah (intropeksi diri) dan bertaubat. Mengapa? Karena dikhawatirkan akhir hayat yang buruk (Su’ul khatimah) akan menimpanya. Naudzubillah Minzalik! (Aca Mel).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s